Kriya Guci Pokdarwis Paingan Mulai Merangkak

Guranjhil : Guci adalah karya seni yang di buat oleh orang-orang jaman dahulu yang biasanya digunakan untuk menyimpan air dan juga untuk hiasan.

Guci termasuk ke dalam seni 3 dimensi dikarenakan guci merupakan benda yang dapat dilihat dari segala arah. Guci ini terbuat dari bahan keramik atau tanah liat dan pasir halus.

Kegunaan guci sendiri untuk hiasan dapat disesuaikan fungsinya seperti tempat payung, hiasan di rak lemari atau di meja ruang tamu. Aksen guci dapat memberikan kesan pada sudut ruangan, sehingga memberikan aura yang kosong menjadi padat berisi dan cantik.

Nah!

Guci yang kita bahas kali ini adalah Guci yang terbuat dari bahan daur ulang (sampah) yang diolah hingga menjadi benda yang bernilai ekonomi. Dan dapat memberikan penghasilan tambahan bagi rumah tangga warga di Paingan, Nagari Guguak Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Dalam rangka meningkatkan kapasitas serta kemampuan SDM yang ada, maka Kelompok Sadar Wisata – Pokdarwis Paingan mengadakan Pelatihan membuat Guci dari kartu remi/ kartu ceki/ kartu koa pada hari Sabtu (17/09) di sekretariat Pokdarwis Paingan mulai pukul 09.00 – 10.00 WIB. Bahan dasar membuat guci tersebut berlimpah di desa ini.

Pelatihan membuat guci ini diselenggarakan dalam waktu 2 minggu sekali. Pertemuan berikutnya pada hari Sabtu, tanggal 01 Oktober 2022. Sebagai mentor adalah H. Ali Akbar – Ketua Pokdarwis Paingan.

IDe Dewi sebagai Founder Kebun IDeOrganik dalam kesempatan ini juga membagikan benih Bunga Telang, biji Bunga Matahari, juga membagikan Bunga Telang segar (langsung petik di kebun) dan kering (setelah dijemur). Tak ketinggalan menyuguhkan minuman teh Bunga Telangnya sebagai minuman sehat bagi peserta.

Peserta yang mengikuti pelatihan membuat guci adalah Siskia Ramayulis dan Aulia Safitri.

Dibuat oleh: Admin-01

Ali Akbar

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu Saja (Prioritas). Kita Gak Perlu Memenangkan Semua Pertempuran. Warga Paingan.